Oleh: Ustadz Abu Ahmad Syu’bah Bin Nursian Bin Wakidi حفظه الله

Sumber Audio:
https://t.me/Dakwah_Salafiyyah_ACEH/432

Transkripsi Otomatis:

(0:00) Bismillahirrahmanirrahim, alhamdulillahi rabbilalamin, wassalatu wassalamu ala nabiyyina Muhammadin sallallahu alaihi wasallam. (0:14) InsyaAllah kita kembali membaca risalah Aqidatus Salafi Salih, bahwasannya golongan yang Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menjanjikan keselamatan diantara banyak golongan-golongan (0:41) dan poros pensifatannya itu berdasarkan pengikutan sunnah, kemudian mencocoki apa saja yang datang dari sunnah berupa yakikot, keyakinan, ibadah, petunjuk, jalan hidup dan akhlak (1:12) dan senantiasa setia terhadap jamaah kaum muslimin, karena inilah tidak keluar pengertian ahlu sunnah wal jamaah dari pengertian salaf (1:30) dan kita sendiri telah mengetahui bahwasannya salaf mereka adalah orang-orang yang mengamalkan kitabullah, berpegang teguh, berpegang kuat dengan sunnah (1:44) jika demikian, meka salaf adalah ahlu sunnah yang dimaksud oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam (1:54) ahlu sunnah mereka adalah salafus salih dan siapa saja yang berjalan di atas jalan mereka, berjalan di atas manhats mereka (2:05) inilah makna yang paling khusus untuk ahlu sunnah wal jamaah (2:10) keluar dari makna ini seluruh kelompok-kelompok muqtadiah, ahlu bidah, ahlu ahwak seperti khawarij, jahmiah, qadariyah, mu’tazilah, murjiah, rafidah (2:32) dan selain mereka dari ahlu bidah yang menempuh jalannya para ahlu bidah tersebut, baik itu hisbul jadid yaitu golongan yang baru (2:47) misal pada masa ini golongannya abu hazim, hisbul jadid itu kelompok baru di dalam agama ini (2:55) karena dia telah mengelompokkan dirinya, telah menancapkan yaitu bendera wal awal baroknya bukan di atas Allah dan rasulnya (3:06) tetapi di atas kepentingan hawa nafsunya, dia tidak melaksanakan perintah Allah dan rasulnya, tidak mengikuti petunjuk salaf (3:15) dia melakukan suatu perbuatan ibadah yang tidak pernah dilakukan pada masa salaf dan salaf tidak mengetahui perbuatan itu (3:25) ahlu sunnah disini itu lawannya adalah bidah, jadi sunnah itu lawannya bidah (3:32) dan jamaah itu lawannya adalah perpecahan (3:37) jadi yang dimaksud dalam hadis-hadis yang datang tentang kesetiaan terhadap jamaah dan larangan dari perpecahan (3:50) inilah yang dimaksud oleh ibnu abbas (3:55) di dalam tafsir feman Allah ta’ala (4:02) pada hari memutihnya wajah-wajah dan menghitamnya wajah-wajah (4:07) nah beliau menafsirkan, tabiat di wujuh memutihnya wajah-wajah itu ahlu sunnah, ahlu sunnah wal jamaah (4:17) pada hari kiamat putih wajah-wajah ahlu sunnah wal jamaah (4:23) pada hari wujuh dan hitamnya wajah-wajah yaitu ahlu bidah dan ahlu furqah (4:28) orang-orang yang membuat perpecahan (4:32) orang yang membuat perpecahan adalah yang keluar dari jalan kitabullah, keluar dari jalan sunnah, keluar dari jalan salaf (4:39) bukan orang yang berpegang teguh dengan kitabullah, bukan orang yang berpegang teguh dengan sunnah yang membuat perpecahan (4:46) bukan, bukan orang yang memperingatkan akan bida’ah (4:49) memperingatkan akan bahayanya hizbiyah, bukan (4:52) justru pelaku-pelaku itulah (4:54) orang-orang yang membuat perpecahan (4:56) pelaku-pelaku bida’ah (4:58) pelaku-pelaku penyimpangan di dalam syariat (5:02) jadi kemudian pertanyaannya kenapa (5:05) akhidat salafus soleh lebih utama untuk diikuti (5:08) ini yang perlu diketahui (5:09) kenapa akhidat salafus soleh (5:12) itu lebih utama untuk diikuti (5:15) akhidat yang benar (5:17) itu adalah fondasi utama di dalam agama ini (5:22) dan seluruh apa saja (5:24) yang dibangun (5:26) bukan diatas fondasi ini (5:30) maka kembalinya adalah kehencuran dan kebinasaan (5:36) kerobohan (5:38) kelemahan (5:40) karena inilah (5:42) kita berpandangan (5:44) atau kita menganggap (5:49) perhatian Nabi yang besar (5:52) perhatian Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang besar (5:57) itu terhadap akhidat yang benar ini (6:00) dan mengokohkannya di dalam hati-hati para sahabatnya (6:05) sepanjang hidup beliau (6:08) nah Rasulullah sejak diutus (6:10) sampai wafatnya beliau (6:12) beliau sangat memiliki perhatian besar (6:16) ini untuk senantiasa menjaga akhidat (6:19) untuk mengokohkannya (6:22) kekal ada di dalam hati para sahabat beliau (6:25) sepanjang hidup beliau (6:29) itu dikarenakan (6:32) membangun paralelaki (6:35) yaitu membina paralelaki (6:37) mulai dari seperti anak-anak kita ini (6:41) mulai dari kecil hingga tumbuh kembang mereka (6:43) itu diatas koidah yang kokoh (6:46) diatas fondasi yang kokoh (6:48) fondasi yang kuat (6:50) bukan fondasi yang lembek (6:52) yang tidak bisa dibangun apapun juga diatasnya (6:55) fondasi yang tidak kuat (7:01) nah jadilah Al-Quran itu dimakah itu diturunkan selama 13 tahun (7:08) bercerita tentang satu khabiah saja (7:11) tentang satu kasus saja (7:14) Al-Quran yang dimakah (7:17) diturunkan selama 13 tahun (7:19) hanya satu kasus saja menceritakan (7:21) tidak berubah (7:23) satu kasus itu adalah akhidah dan tawhid (7:26) satu kasus itu yang selama 13 tahun lamanya itu (7:30) hanya bercerita akhidah dan tawhid (7:34) tidak yang lain (7:36) baik itu tawhid abudiyah (7:40) tawhid asma’u sifat (7:42) ataupun tawhid terbudiyah (7:46) nah karena sangat pentingnya akhidah dan tawhid itulah (7:50) maka dahulu Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam di Makkah tidak mendakwakan kecuali itu (7:56) nah beliau membimbing (7:58) mentarbiah para sahabatnya (8:00) kepada akhidah dan tawhid itu (8:04) nah karena tujuan yang paling besar (8:07) dari diciptakannya jin dan manusia (8:10) dan dari diutusnya para nabi dan rasul (8:14) dan diturunkannya kitab-kitab (8:16) adalah tawhidullah di dalam ibadah (8:20) mengesahkan Allah di dalam peribadatan (8:22) menjadikan Allah itu satu sesembahan yang benar saja di dalam peribadatan (8:29) sebagaimana Allah SWT berfirman (8:31) siapa yang ingat ayatnya (8:38) tidaklah aku ciptakan jin dan manusia (8:41) melainkan hanya untuk beribadah kepadaku (8:44) jadi tawhidul ibadah (8:47) adalah yang pertama kali dakwah para rasul (8:51) sejak zaman (8:52) siapa para rasul pertama (8:56) Nabi Nuh (8:58) Nabi Nuh AS (8:59) Nabi Adam belum dibebankan syariat (9:03) belum dibebankan dari salah syariat (9:06) jadi tawhidul ibadah sejak pertama (9:08) dakwah para rasul seluruhnya (9:12) dan tujuan dari pengutusan mereka (9:15) tujuan mereka diutus (9:17) dia adalah pertama kali yang wajib (9:23) untuk para da’i-da’i islam (9:26) mengajak kepadanya (9:28) jadi da’i-da’i islam ini (9:30) yang pertama kali wajib didakwakan itu (9:32) adalah tawhid dan aqidah (9:35) sebagaimana Allah SWT berfirman (9:45) sungguh kami telah mengutus (9:47) pada tiap-tiap umat seorang rasul (9:49) apa isi ajakannya (9:53) endangnya kalian beribadah kepada Allah (9:55) dan kalian jawilah tawhid (9:58) tawhid adalah (10:00) apa saja yang mengajak (10:02) sesembahan kepada selain Allah itu tauhid (10:05) dan dia riba untuk diibadahi (10:08) bukan sebagaimana mana tawhid (10:10) yang salah difahami oleh kelompok khawarij (10:13) bukan (10:21) itulah kenapa pentingnya (10:24) aqidatus salaf untuk diikuti (10:27) nah aqidah (10:29) berdasarkan manhat salafus salih (10:31) dia memiliki keistimewaan (10:34) memiliki kekhususan tersendiri (10:37) yang nantinya akan dijelaskan (10:40) nilai pentingnya (10:42) aqidah tersebut (10:43) nilai pentingnya manhat salaf tersebut (10:46) dan pentingnya berpegang teguh (10:49) dengan manhat tersebut (10:51) dengan aqidah tersebut (10:53) beramal dengan hukum-hukumnya (10:56) dan termasuk (10:58) salah satu keistimewaan (11:01) yang paling penting (11:02) dalam aqidah salafus salih (11:04) yang pertama adalah (11:07) bahwasannya dia jalannya satu (11:10) untuk menuju (11:15) bahwasannya (11:16) atau sesungguhnya (11:18) aqidah salafus salih (11:20) itu satu jalan semata (11:22) hanya satu-satunya jalan (11:27) untuk keluar (11:30) untuk terbebas dari (11:32) perpecahan dan hisbiyah (11:34) pengelompokan (11:35) ini satu-satunya jalan (11:37) untuk keluar dari (11:39) perpecahan dan hisbiyah (11:44) dan untuk menyatukan barisan kaum muslimin (11:47) secara umum (11:49) untuk menyatukan para ulama (11:51) para da’is terkhusus (11:54) karena apa? (11:56) karena aqidah salaf adalah (11:58) wahyu dari Allah سُبْحَانَهُۥ وَتَعَالَىٰ (12:01) dan petunjuk nabinya s.a.w (12:04) yang mana? (12:07) yaitu (12:08) generasi pertama dahulu (12:09) mereka berada di atas jalan itu (12:11) dari kalangan para sohabat yang mulia (12:21) jadi apapun jenis (12:23) perkumpulannya selain (12:25) yaitu perkumpulannya (12:27) para sohabat (12:31) yaitu tempat kembalinya (12:33) bagaimana kita saksikan pada hari ini (12:35) dari kalangan kaum muslimin (12:36) adalah perpecahan semata (12:38) jadi kalau bukan (12:41) jalannya para sohabat (12:42) bukan perkumpulan sebagai perkumpulan para sohabat (12:45) maka tidak kita persaksikan (12:46) sampai hari ini kecuali perpecahan semata (12:48) perselisihan (12:50) silang pendapat (12:52) persengketaan (12:54) karena Allah سُبْحَانَهُۥ وَتَعَالَىٰ berfirman (13:01) siapa saja (13:03) yang menyelisih (13:05) rasul (13:05) Allah سُبْحَانَهُۥ وَتَعَالَىٰ (13:07) setelah jelas baginya petunjuk (13:09) telah sampai kepadanya hujah (13:12) telah sampai kepadanya (13:15) keterangan-keterangan (13:18) dan siapa saja yang mengikuti (13:21) selain jalan kaum muminin (13:22) yaitu para sohabat yang dimaksud disini (13:27) kami biarkan dia berpaling (13:28) sebagaimana dia berpaling (13:30) dia tetap (13:32) dalam keberpalingannya (13:33) kami biarkan dia seperti itu (13:35) bahkan lebih parahnya lagi (13:37) kami masukkan dia ke neraka (13:40) jahannam dalam waktu yang lama (13:41) isla (13:43) itu memasukkan (13:45) dalam jangka waktu yang lama (13:47) dan jahannam itu tempat (13:50) kembali yang paling buruk (13:54) insyaallah (13:56) kita ambil pada kesempatan ini (13:58) satu bahagian kecil ini (14:00) sedikit demi sedikit (14:01) supaya kita mengetahui (14:03) kenapa kita berakidah (14:05) sebagaimana akidahnya para sohabat (14:07) kenapa kita bermanhaj dengan manhaj (14:09) aqidatu salafi soleh (14:11) supaya kita tahu (14:12) maka kita mengambilnya sedikit demi sedikit (14:15) subhanakullahum maudihamdik (14:18) asyhadu ala ilaha ila anta astagfirullah (14:20) wa atubu ilaih warahmatullahi wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *