(Oleh : Asy-Syaikh Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Jawiy Hafizhahullah)

Jum’at 10 Syawal 1445 / 19-4-2024

Download Audio :
t.me/fawaidMaktabahFairuzAdDailamiy/7769

Transkripsi:

(0:00) Ada pertanyaan yang bagus, penting. (0:03) Bagaimana cara kita meyakinkan orang bahwasanya jin dan hal-hal yang gaib itu ada? (0:10) Karena ada orang-orang yang polanya mungkin apa, skeptis. (0:12) Tidak menerima kecuali yang masuk akal atau apa istilahnya ya.(0:17) Yang hanya bisa ditangkap oleh Pancaindra misalkan. (0:21) Kadang gitu kan, terutama orang mutazila atau orang-orang sekuler. (0:25) Atau orang-orang yang hasil dari pendidikan barat barangkali.(0:28) Mereka mengatakan, disyaratkan perkara itu benar ada kalau masuk akal. (0:34) Pertanyaan pertama, kalau syaratnya masuk akal, akal engkau di mana sekarang? (0:40) Kalau dia mengatakan, akal saya di otak. (0:44) Sebelah mana? Otak sebelah mana akalmu itu? (0:46) Engkau sudah pernah melihatkah akal? (0:48) Kalau otak mungkin dilihat pakai alat-alat itu.(0:51) Atau jantung dilihat alatnya, tapi dilihat dengan alat. (0:54) Akal sendiri yang mana? Kita sendiri tidak pernah melihat, tidak pernah melihat akal. (0:57) Ini perkara maknawi, tapi semua sepakat orang di dunia, akal itu ada.(1:02) Nah, padahal ini akal adalah perkara gaib. (1:04) Itu pun sudah jadi satu hujjah. (1:07) Jadi ya, ada banyak perkara yang walaupun kita tidak mampu melihatnya, (1:12) tapi kita secara fitrah meyakini.(1:14) Seperti apa? Nyawa. (1:16) Orang kafir pun yakin kan, nyawa itu ada. (1:18) Ruh, enggak tahu bahasa Inggrisnya apa.(1:21) Tapi secara umum, (1:21) spirit mungkin katanya. (1:24) Spiritus atau apa.(1:25) Spirit. (1:28) Ya, intinya apa? Jiwa. (1:30) Padahal kalau ditanya, jiwa itu yang mana? (1:32) Di otak atau di jantung atau mana? (1:35) Sudah pernah lihatkah? (1:36) Satupun dari kita tidak pernah melihat jiwa.(1:39) Tapi kita dan bahkan orang kafir yakin jiwa itu ada. (1:42) Nah, ini pun contoh bahasanya perkara gaib itu mungkin saja dia itu (1:49) diyakini ada dan dibuktikan keberadaannya dalam keadaan tidak pernah kita lihat. (1:55) Ditanyakan kepada Syekhul Islam Rahimahullah Ta’ala, (1:58) bagaimana kita meyakini jin itu masuk ke badan manusia. (2:03) Kata beliau, saya lihat langsung. (2:05) Ada orang yang dia tidak pernah keluar negeri.(2:08) Dia hanya tahu bahasa Arab. (2:09) Tapi tatkala kemasukan jin, dia mampu bahasa India. (2:12) Nah, dari mana itu? (2:14) Menunjukkan apa itu? (2:15) Memang ada jin.(2:16) Jin itu ada. (2:17) Memang jin mungkin apa? (2:18) Dari new delhi, dari nehinehi atau mana. (2:22) Atau tahu-tahu bisa bicara Cina.(2:24) Padahal kapan dia belajar bahasa Cina? (2:27) Itu menunjukkan bahwasanya bukti-bukti itu ada. (2:30) Dan juga berita yang mutawatir. (2:32) Banyak sekali berita dari berbagai negara, dari berbagai suku bangsa, (2:36) bahkan dari berbagai agama.(2:38) Yang menunjukkan dia pernah melihat bagaimana ada benda naik sendiri. (2:43) Takkan tahu-tahu ada gravitasi yang hilang di situ. (2:46) Atau tahu-tahu apa benda itu berputar.(2:48) Atau tahu-tahu benda itu berasnya naik kemudian hilang. (2:54) Naik, hilang, naik, hilang. (2:55) Menunjukkan apa jinnya makan.(2:57) Ini berita yang mutawatir. (2:59) Padahal orang-orang muktazilah, bahkan orang kafir, (3:02) menetapkan kalau beritanya datang dari orang yang sangat banyak, (3:05) ini tidak boleh diingkari. (3:08) Contohnya secara individual, (3:09) yang disebutkan oleh Imam Zahabi dari al-Akmas, (3:13) setelah beliau ada di rumah, (3:15) ternyata ada jin yang berkunjung di rumah beliau.(3:18) Dikasih makan, nampak itu. (3:20) Apa itu? (3:21) Nasinya naik, kemudian hilang, naik, hilang. (3:24) Dikasih makan.(3:25) Kemudian Akmas tanya, (3:27) apakah di kalangan kalian juga banyak kelompok? (3:30) Maka jinnya mengatakan, (3:31) di kalangan kami banyak firqah, (3:32) bagaimana di kalangan manusia? (3:35) Kemudian beliau tanya lagi, (3:36) yang paling buruk mana? (3:37) Kata jinnya yang paling buruk Rofidhoh. (3:40) Nah ini siapa mampu bicara? (3:43) Tidak nampak, tapi mampu diajak bicara, (3:45) bisa diajak bicara. (3:47) Akal tidak akan mampu untuk memahami itu.(3:50) Atau apa? Sains tidak mampu. (3:52) Karena di zaman Akmas tidak ada robot, (3:53) tidak ada MP3, tidak ada entah apa saja itu. (3:56) Jelas ini adalah jin, (3:57) kalau tidak bagaimana akan menerangkan ini semua? (4:01) Dan seterusnya, demikian pula masing-masing kitab suci, (4:04) mereka menetapkan adanya keajaiban-keajaiban.(4:09) Keajaiban dari para pemuka agama mereka, (4:12) yang meyakini ada nabi, (4:14) keajaiban para nabi. (4:16) Secara fisikal, secara ilmu fisika, (4:19) atau ilmu itu tadi, apa istilahnya tadi itu? (4:22) Sains. (4:23) Ini tidak masuk akal.(4:25) Bagaimana tongkat dipukulkan tahu-tahu, (4:28) apa itu, lautan terbelah, (4:30) atau tongkat dipukulkan ke batu, (4:31) kemudian memancar bukan hanya satu mata air, (4:33) tapi dua belas. (4:34) Kalau satu mungkin lah ya, (4:36) memang batunya itu menutupi, (4:37) apa itu, (4:39) menutupi apa istilahnya ya, (4:40) air mancor, dipukul, pecah, muncul. (4:42) Bagaimana muncul dua belas? (4:44) Masing-masing kabilah tahu tempatnya.(4:47) Padahal ini dari, (4:48) ini ajaran ini, (4:49) berita ini diakui orang-orang Yahudi. (4:51) Baik, takkan orang-orang itu pun tidak percaya sama Yahudi, (4:54) padahal banyak ajaran-ajaran Sains (4:56) itu kiblatnya juga kepada Yahudi. (4:58) Dan berita terlalu banyak menunjukkan (5:00) bahwasannya jinn itu memang betul-betul ada.(5:03) Bagaimana orang yang semula sehat, (5:05) tahu-tahu tercekik, (5:06) tahu-tahu nampak apa itu, (5:08) bekas jari-jari yang mencekik dia. (5:10) Kalau sekedar satu garis mungkin, (5:12) entah ini mungkin fenomena pembuluh darah apa, (5:15) tapi kalau sampai lima jari, (5:16) tak mungkin itu. (5:17) Jelas ini apa? (5:18) Ini ada makhluk halus ya, (5:20) yang sedang meneror makhluk kasar, (5:22) yang meneror manusia.(5:24) Dan banyak sekali data-data yang menunjukkan (5:26) bahwasannya itu adalah sesuatu (5:28) yang mungkin terjadi. (5:31) Atau kadang apa? (5:32) Kalau seseorang pergi ke (5:34) enggak tahu ya, pergi ke mana tempat-tempat (5:36) yang katanya keramat, (5:38) tahu-tahu ada apa? (5:39) Ada guling lompat-lompat itu. (5:40) Apa guling lompat itu? (5:41) Nah, pocong.(5:42) Nah itu apa? (5:43) Apakah robot, (5:44) ataukah drone, (5:45) menunjukkan jinn betul-betul ada. (5:47) Bukan kita takut, (5:48) tapi menunjukkan memang (5:49) makhluk halus itu ada. (5:51) Bahkan di sebagian rumah sakit, (5:53) rumah sakit yang tua itu.(5:54) Kita tahu rumah sakit, (5:55) orang keluar masuk, (5:56) orang kafir muslim masuk. (5:58) Dalam keadaan, (6:00) mana ada rukiah di rumah sakit. (6:02) Bahkan maksiat banyak, (6:03) ikhtilath banyak, (6:05) mungkin kata-kata kufur banyak, (6:06) karena ya, (6:07) orang agama lain pun masuk.(6:08) Sehingga banyak cerita (6:09) dari para dokter dan para suster. (6:11) Nanti di malam jam 12 (6:13) atau jam 2 atau jam 3, (6:15) ada tahu-tahu di atas, (6:16) di atas apa namanya itu? (6:18) Di atas lemari, (6:19) duduk-duduk atau sedang santai. (6:20) Ada yang main-main (6:22) alat-alat suntik terbang sendiri.(6:23) Ada juga yang di taman itu (6:26) main ayunan. (6:28) Takkan itu robot atau drone (6:29) atau apa, (6:30) atau angin. (6:31) Jelas apa? (6:31) Memang ada makhluk halus di situ.(6:33) Bukan berarti kita takut, (6:35) kita tidak boleh takut. (6:43) Hanyalah yang demikian tadi, (6:44) itu adalah syetan (6:45) yang menakut-nakuti kalian (6:46) dengan wali-walinya. (6:48) Maka jangan kalian takut kepadanya, (6:49) kepada mereka, (6:50) tapi takutlah kepada aku (6:51) jika kalian adalah mu’minin.(6:52) Dan berita banyak sekali, (6:54) bahkan dari orang kafir. (6:55) Menunjukkan bahwasannya, (6:57) perkara gaib itu betul-betul ada. (6:59) Kalau dirinci, (7:00) itu akan menjadi apa? (7:01) Tulisan yang sangat besar.(7:03) Data-data bahkan dari orang kafir. (7:05) Dan seterusnya. (7:06) Wallahuaklam.(7:14) Ya, itu-itu akidah yang lemah. (7:16) Masuk ke dalam kesirikan. (7:18) Sebagaimana dijelaskan (7:19) oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah (7:21) saat kala membahas ayat tadi, (7:23) inkum tum mu’minin.(7:24) Menunjukkan, (7:25) orang yang takut kepada syetan, (7:27) takut kepada wali-wali syetan, (7:29) berarti keimanannya mengalami kerusakan. (7:31) Bukan langsung kafir, (7:32) tapi keimanannya melemah. (7:34) Soalnya mu’min, (7:35) dia yakin manfaat dan makhluk (7:36) hanya di tangan Allah.(7:38) Maka kalau dia takut kepada makhluk tadi, (7:40) berarti keimanannya itu melemah. (7:42) Padahal kita tidak perlu belajar kesaktian. (7:44) Cukup kalau makhluk itu datang, (7:46) kita ucapkan bismillah pada batu, (7:49) kita lempar dia, (7:50) insyaallah dia akan lari.(7:51) Atau kesakitan, (7:52) atau terbakar, (7:53) dan seterusnya. (7:55) Disebutkan oleh, (7:58) tidak tahu secara pasti itu negaranya, (8:01) tapi beritanya adalah, (8:02) berkisah nyata, (8:03) ada seseorang masuk Islam. (8:05) Dia dulunya adalah dukun.(8:07) Dukun terkenal di Eropa, (8:09) kalau tidak salah. (8:11) Akhirnya dia masuk Islam, kenapa? (8:12) Karena dia dapati, (8:14) orang Muslim itu susah di sihir. (8:16) Padahal orang Muslimnya tidak belajar sihir.(8:18) Tapi ternyata ada dinding gaib (8:20) yang melindungi dia. (8:21) Akhirnya malah dia masuk Islam. (8:23) Orang yang sudah terlanjur belajar perkara gaib, (8:26) yaitu jin-jin, (8:28) belajar jadi dukun, (8:30) dia sendiri akan mampu merasakan, (8:32) bahwasannya setan yang dia kirimkan, (8:34) khoddam yang dia tembakan, (8:36) itu ternyata membentur dinding gaib, (8:37) atau apa istilahnya itu.(8:39) Atau nanti setannya datang, (8:40) itu penjaganya terlalu kuat. (8:44) Atau seperti yang anak baca dalam kisahnya tadi, (8:46) di Amerika, (8:48) ada seorang wanita Muslim, (8:51) Muslim yang awam. (8:54) Dia apa itu? (8:55) Namanya awam kan? (8:56) Tapi dia Muslimah, (8:58) di Amerika.(8:59) Dia pernah belajar bersama dengan temannya, (9:04) teman perempuan. (9:05) Ketika dia pulang, (9:08) dia ternyata mendapatkan kereta api yang terakhir. (9:12) Padahal di hari-hari itu, (9:13) tersebar berita ada pembunuhan berantai.(9:17) Tapi ya mau apa? (9:18) Dia harus segera pulang. (9:19) Akhirnya ketika dia pulang, (9:21) dia mendapatkan gerbong itu, (9:22) dia masuk ke dalam gerbong itu, (9:25) kemudian dia maju ke depan (9:28) untuk cari tempat yang sesuai. (9:30) Dia melewati, (9:30) ada salah seorang pemuda dengan badan yang besar.(9:33) Dia takut, (9:34) tapi ya sudah, (9:35) dia membaca (9:37) Mu’awwidatain. (9:38) Baca (9:39) Qul’audzubi rabbil falaq, (9:41) Qul’audzubi rabbinas, (9:41) baca terus. (9:43) Sampai akhirnya dia pulang ke rumah.(9:46) Selamat, tidak ada apa-apa. (9:47) Pagi harinya, (9:49) dia baca koran bahwasannya (9:51) pembunuh berantainya tertangkap. (9:54) Nah dia lihat, (9:55) ternyata apa? (9:56) Ditampilkan fotonya adalah (9:58) pemuda yang itu, (9:59) yang satu gerbong dengan dia.(10:02) Maka dia penasaran, (10:04) kenapa saya tidak jadi korban. (10:06) Akhirnya dia pergi ke kantor polisi. (10:09) Dia minta kepada polisi untuk jumpa ke (10:11) entah apa namanya, (10:12) psikopat atau apa itu.(10:14) Polisinya mengatakan, (10:15) jangan, dia pembunuh berbahaya. (10:16) Dia bilang, tak apa saya, (10:17) ya polis juruk jaga juga lah. (10:19) Tapi saya ingin bicara dengan dia langsung.(10:22) Maka setelah dijumpai, (10:24) si wanita muslima ini bertanya, (10:28) Engkau masih ingat saya tak? (10:30) Ingat? (10:32) Kenapa engkau tidak menangkap saya (10:34) atau membunuh saya seperti (10:36) korban-korban yang lain. (10:38) Dia bilang, (10:39) gimana saya menangkap engkau, (10:40) engkau dijaga dua orang besar-besar. (10:42) Dia bingung.(10:43) Padahal enggak ada orang, (10:43) dia cuma baca Qur’an saja. (10:46) Ini menunjukkan bahwasannya (10:47) berita gaib itu terkadang (10:49) Allah Ta’ala tampilkan bukti-buktinya. (10:51) Dan data seperti ini banyak sekali.(10:54) Dari berita orang (10:56) dari berbagai dunia. (10:57) Dari berbagai belahan dunia. (10:59) Tak mungkin berita sebanyak ini dianggap (11:01) apa istilahnya itu, (11:02) berita palsu dibuat-buat.(11:04) Atau teori konspirasi. (11:06) Itu tak mungkin. (11:07) Berita sudah terlalu banyak.(11:09) Kalau ana cerita kan banyak sekali data yang (11:12) ana baca dari kisah-kisah nyata itu. (11:15) Wallahu’alam (11:16) walhamdulillahi rabbil’alamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *